Tanggal : 14-Jul-2026
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyelenggarakan JIC Talks “Investment Outlook 2026: Jakarta–ASEAN Cities Dialogue”, sebuah forum yang mempertemukan pemimpin bisnis dan pemerintah dari berbagai negara Asia Tenggara. Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Jakarta untuk menginformasikan prospek ekonomi dan iklim investasi tahun 2026 serta menjaring kolaborasi investasi kepada para pemangku kepentingan regional.
Wakil Kepala DPMPTSP DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto, menegaskan bahwa forum ini memperluas jaringan kemitraan Jakarta dengan kota-kota besar di ASEAN sekaligus membuka peluang kolaborasi baru, khususnya dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
“Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi kita untuk bertemu para pemangku kepentingan dari kota-kota ASEAN dan mengeksplorasi lebih banyak peluang kolaborasi,” ungkap Herizkianto saat membuka JIC Talks “Investment Outlook 2026: Jakarta–ASEAN Cities Dialogue”, di Jakarta, Selasa (02/12/2025).
Herizkianto mengatakan, meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian global, ASEAN tetap menunjukkan daya tarik investasi yang tinggi. Pada tahun 2024, kawasan Asia Tenggara berhasil mencatat arus investasi asing (FDI) sebesar USD 226 miliar, meningkat 8,5% dari tahun sebelumnya.
“Dengan kekuatan ekonomi yang memiliki PDB USD 4,9 triliun pada 2024, ASEAN menempati peringkat ke-5 PDB terbesar di dunia dan ke-3 terbesar di Asia, menjadikannya salah satu kawasan ekonomi utama dengan industri yang terus berkembang,” ungkap Herizkianto.
Jakarta, Pendorong Aktivitas Ekonomi ASEAN
Herizkianto menyebut, Jakarta kini telah berkembang menjadi salah satu pusat utama aktivitas ekonomi di kawasan ASEAN. Menurutnya, lebih dari 2.800 perusahaan asal negara-negara ASEAN beroperasi di Jakarta dan menyerap hingga 59% dari total investasi asing yang masuk dari kawasan tersebut.
“Angka-angka ini menegaskan kuatnya hubungan antara Jakarta dan ASEAN, di mana Jakarta diposisikan sebagai hub diplomasi, aktivitas ekonomi, dan pertukaran budaya di kawasan ASEAN,” tegas Herizkianto.
Selain itu, Herizkianto mengatakan bahwa Jakarta tengah memperkuat arah pembangunan kota yang berbasis keberlanjutan. Reformasi pengelolaan air, sampah, mobilitas, serta pembangunan infrastruktur dilakukan sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan ketahanan kota.
“Karena itu, kami mengundang para pelaku bisnis ASEAN untuk menjadi bagian dari perjalanan pembangunan ini. Kami menyadari setiap negara ASEAN memiliki kekuatan dan keunggulan masing masing, yang dapat dipadukan untuk mendorong kemajuan bersama,” imbuh Herizkianto.
Investasi di Jakarta Menggerakkan Indonesia dan Memperkuat ASEAN
Kepala UP Jakarta Investment Centre (JIC), Tona Hutauruk, menyampaikan bahwa setiap negara ASEAN memiliki keahlian masing-masing yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi bersama Jakarta. Singapura misalnya tidak dipungkiri memiliki keahlian sebagai hub finansial di kawasan. Selain itu, Malaysia juga memiliki keahlian dalam bidang manufaktur dan rantai pasok. Namun, Jakarta sebagai kota dengan pasar terbesar di ASEAN bisa menjadi mesin pertumbuhan bagi negara-negara tersebut.
“Jakarta menjadi pintu masuk (gateway) kepada lebih dari 280 juta populasi atau konsumen di seluruh Indonesia. Dengan berinvestasi di Jakarta, perusahaan-perusahaan asing juga bisa memperluas pasarnya ke seluruh Indonesia,” ucapnya.
Tona menjelaskan, nantinya perusahaan-perusahaan asing yang akan berinvestasi dapat mendirikan kantor pusatnya (headquarter) di Jakarta, sementara fasilitas produksi atau lokasi proyek (site project) dapat dikembangkan di berbagai kawasan industri di Indonesia, seperti di Jawa, Sulawesi, Sumatra, maupun Kalimantan.
Di satu sisi, tentu ini akan memperluas pertumbuhan distribusi bagi perusahaan asing dari ASEAN. Di sisi lainnya, investasi Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia dapat tumbuh yang tentunya akan menggerakan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Secara lebih luas, tentunya pertumbuhan ini kemudian juga akan memperkuat ASEAN sebagai kawasan yang kompetitif di panggung global,” jelas Tona.
BKPM: Kolaborasi dan Penguatan SDM Jadi Kunci Transformasi Jakarta
Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) RI, Rakhmat Yulianto, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong transformasi Jakarta sebagai hub ASEAN dan kota global. Menurutnya, Jakarta memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, tercermin dari kontribusinya yang mencapai 14% terhadap total investasi nasional.
“Jakarta menjadi kekuatan signifikan bagi Indonesia, khususnya dalam menarik investasi. Karena itu, Jakarta harus memainkan peran yang lebih strategis, termasuk dalam pengembangan sektor R&D dan pendidikan, mengingat kekuatan utama Jakarta terletak pada kualitas dan kekayaan sumber daya manusianya,” ujar Rakhmat.
Selain menyoroti peran strategis Jakarta, Rakhmat juga menggarisbawahi pentingnya memperluas kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, kerja sama bukan hanya dilakukan antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga diperluas dengan berbagai pemangku kepentingan.
BKPM pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat promosi investasi, membangun ekosistem yang inklusif, serta meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha.
“Kami melihat potensi besar karena kawasan ini merupakan salah satu sumber investasi terbesar bagi Indonesia, terutama dari negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang saat ini memiliki banyak penanaman modal di Indonesia,” tutup Rakhmat.
Posisi Penting ASEAN di Tengah Dinamika Global
Sekretaris Jenderal International Economic Association (IEA), Lili Yan Ing, meyatakan bahwa ASEAN berada pada posisi strategis di tengah tatanan global “no single power” dengan saling bersaingnya negara-negara adidaya dunia saat ini.
“ASEAN terus menunjukkan ketahanan dalam ekonomi global dan kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ungkap Lili.
Oleh karena itu, peran ASEAN menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas melalui peguatan kolaborasi regional dan memanfaatkan momentum pertumbuhan untuk meningkatkan daya saing kawasan.
"Kawasan ini memiliki potensi yang sangat kuat, terutama pada sektor digital, kecerdasan buatan (AI), dan semikonduktor, yang investasinya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan tersebut menjadikan ASEAN kawasan strategis bagi pengembangan teknologi dan investasi masa depan,” pungkasnya.
Kamar Dagang ASEAN Sambut Baik Kolaborasi Jakarta
President Malaysia Chamber of Commerce Indonesia, Mani Wannan, menegaskan besarnya peluang pasar Jakarta bagi pelaku usaha Malaysia. Dengan populasi sekitar 11 juta penduduk di Jakarta dan lebih dari 30 juta di wilayah Jabodetabek, Mani menilai Jakarta memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi bisnis Malaysia yang ingin memperluas jangkauan regional.
“Perusahaan Malaysia harus serius mempertimbangkan investasi di Jakarta karena kesempatan yang tersedia sangat luar biasa. Sebagai Kamar Dagang Malaysia Indonesia, kami berkomitmen memfasilitasi bisnis Malaysia masuk ke Indonesia, dan Jakarta adalah pintu gerbang yang tepat,”ujarnya.
Mani pun mengapresiasi langkah Jakarta Investment Centre (JIC) yang telah memulai kolaborasi erat bersama berbagai kamar dagang negara ASEAN, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Ia menyebut kerja sama lintas kamar dagang ini sebagai representasi ruang bisnis ASEAN di Indonesia.
“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang lebih dalam dan lebih efektif. Malaysia Chamber of Commerce Indonesia siap menjadi mitra strategis untuk memperluas peluang bisnis dua arah,” tutup Mani.
JIC Talks “Investment Outlook 2026”
JIC Talks “Investment Outlook 2026: Jakarta–ASEAN Cities Dialogue” terselenggara atas kolaborasi dengan beberapa kamar dagang negara-negara ASEAN yaitu Singapore Chambers of Commerce Indonesia, Malaysia Chamber of Commerce Indonesia, Philippine Business Club Indonesia, dan Thai Chamber of Commerce Indonesia, Turut hadir pula sejumlah perwakilan dari kedutaan besar negara negara ASEAN antara lain Malaysia, Myanmar, dan Timor Leste.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) RI, Rakhmat Yulianto; Kepala Jakarta Investment Centre (JIC), Tona Hutauruk; dan Sekretaris Jenderal International Economic Association (IEA).
ASEAN merupakan mitra penting bagi investasi di Jakarta menimbang lebih dari separuh Penanaman Modal Asing (PMA) di kota ini berasal dari negara-negara ASEAN. Lebih dari itu, Jakarta juga tengah berfokus untuk mencapai visi sebagai Kota Global yang salah satunya dapat dicapai dengan menjadi hub diplomasi regional.