Tanggal : 15-Sep-2026
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada 28 perusahaan dan pelaku usaha melalui Jakarta Investment Award (JIA) 2026 yang digelar di Hotel The Westin Jakarta, Senin (14/9/2026). Penghargaan diberikan atas kontribusi dunia usaha dalam mendorong investasi, pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan penguatan investasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang semakin kompetitif, hijau, dan tangguh. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya ditentukan oleh pembangunan berskala besar, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun kepercayaan melalui tata kelola yang transparan, terbuka, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.
“Jakarta harus benar-benar bersiap menjadi kota yang global, green, dan resilient. Tetapi yang tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan atau trust publik. Itu yang harus dilakukan Jakarta saat ini,” ujar Pramono di Hotel The Westin Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat kepastian dan transparansi pelayanan, termasuk melalui reformasi regulasi dan perizinan. Menurutnya, perbaikan terhadap berbagai hal yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha dapat memberikan dampak besar terhadap tumbuhnya kepercayaan.
“Untuk membangun kepercayaan itu tidak mudah. Karena itu, transparansi harus diciptakan dan hambatan-hambatan harus diperbaiki, termasuk dari hal-hal kecil. Ketika prosesnya transparan, terbuka, dan kredibel, maka dunia usaha akan semakin percaya untuk berinvestasi di Jakarta,” katanya.
Menurut Pramono, meningkatnya kepercayaan tersebut turut tercermin dari kinerja investasi Jakarta yang terus tumbuh. Ia menyebut realisasi investasi Jakarta meningkat dari sekitar Rp103 triliun pada 2021 menjadi Rp270,9 triliun pada 2025, sementara pada semester I 2026 telah mencapai Rp173,6 triliun.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa orang mulai percaya dengan Jakarta. Karena itu, kita harus terus membangun Jakarta sebagai kota yang lebih ramah, terbuka, transparan, dan dipercaya oleh dunia internasional,” tutur Pramono.
Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada DPMPTSP, APINDO, dan seluruh pelaku dunia usaha yang berkontribusi menjaga momentum investasi Jakarta. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam memperkuat perekonomian sekaligus mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
“Melalui Jakarta Investment Award 2026, kami ingin memberikan apresiasi kepada pelaku dunia usaha yang telah berjasa membesarkan investasi di Jakarta. Saya meyakini tanpa investasi dan tanpa kepercayaan publik, wajah Jakarta tidak akan seperti sekarang ini,” pungkasnya.
Investasi Tak Lagi Sekadar Besaran Modal
JIA 2026 diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersinergi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Mengusung tema “Investing in a Global, Green, and Resilient Jakarta”, JIA 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem investasi yang berkualitas, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan global.
Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan JIA merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong dunia usaha untuk terus meningkatkan kualitas investasi di Jakarta.
“JIA 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada dunia usaha yang tidak hanya mampu merealisasikan investasi, tetapi juga menunjukkan kepatuhan, tata kelola usaha yang baik, serta komitmen terhadap keberlanjutan dan inklusivitas,” ujar Heru.
Menurut Heru, perkembangan investasi global telah membawa perubahan terhadap cara dunia usaha memandang sebuah investasi. Keberhasilan investasi tidak lagi semata-mata diukur dari besarnya modal yang ditanamkan.
“Investasi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat perekonomian, mendorong inovasi, serta memberikan manfaat sosial dan lingkungan. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi Jakarta,” jelas Heru.
APINDO: Jakarta Tetap Menarik bagi Investor
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani, mengapresiasi penyelenggaraan JIA 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada dunia usaha yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Jakarta. Menurutnya, investasi berkualitas tidak hanya diukur dari besarnya modal, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, mendorong inovasi, serta memperkuat ekosistem ekonomi.
“Investasi yang berkualitas adalah modal yang terus menggandakan nilai, menciptakan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, menghidupkan pemasok lokal, serta membawa teknologi dan inovasi,” ujar Shinta.
Shinta menilai Jakarta tetap memiliki daya tarik kuat bagi investor di tengah dinamika ekonomi global dan berbagai ketidakpastian. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan momentum investasi, tetapi juga menghadirkan ekosistem yang memberikan kepastian, daya saing, dan produktivitas bagi dunia usaha.
“Jakarta tetap investable. Namun, yang lebih penting adalah investasi seperti apa yang ingin kita hadirkan dan tumbuh di Jakarta. Dunia usaha membutuhkan ekosistem yang lebih predictable, competitive, dan productive,” katanya.
Shinta menegaskan APINDO siap memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk membangun Jakarta yang semakin terhubung dengan ekonomi global, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi berbagai perubahan. Ia berharap JIA 2026 tidak berhenti sebagai apresiasi, tetapi menjadi momentum bagi dunia usaha untuk terus memperluas dampak investasi bagi masyarakat.
“Jakarta bukan hanya tempat di mana investasi ditanam, tetapi harus menjadi tempat di mana investasi tumbuh berlipat ganda dan meninggalkan legacy,” tutur Shinta.
Investasi Global, Hijau, dan Tangguh
Tema “Investing in a Global, Green, and Resilient Jakarta” yang diusung pada penyelenggaraan JIA 2026 mencerminkan arah investasi Jakarta yang semakin menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi global.
Konektivitas internasional, keberlanjutan lingkungan melalui prinsip environmental, social, and governance (ESG), serta ketahanan terhadap berbagai tantangan ekonomi dan perubahan iklim menjadi bagian penting dalam membangun daya saing investasi.
Melalui JIA 2026, Pemprov DKI Jakarta ingin memberikan pesan bahwa Jakarta terbuka terhadap investasi sekaligus terus mendorong investasi yang memberikan nilai tambah bagi kota dan masyarakat.
Investasi diharapkan tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan daya saing usaha, mendorong inovasi, serta memperluas manfaat pembangunan.
Penilaian Libatkan Lintas Instansi
Penerima JIA 2026 diseleksi melalui mekanisme self-nomination. Selanjutnya, seluruh nominasi dinilai oleh tim lintas instansi yang melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah perangkat daerah teknis di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Perangkat daerah yang terlibat meliputi DPMPTSP, Bapenda, DPPKUKM, Disparekraf, Dinkes, Dishub, DCKTRP, Diskominfotik, Disnakertransgi, dan DKPKP.
Penilaian dilakukan berdasarkan 12 indikator dan 40 sub-indikator yang dikelompokkan ke dalam tiga aspek utama, yaitu Realisasi Investasi, Kepatuhan Perizinan, serta Sustainable & Inclusive Investment.
Indikator penilaian mencakup capaian realisasi investasi, kepatuhan penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), penyerapan tenaga kerja, kepatuhan perizinan, tata kelola usaha, inovasi, serta kontribusi sosial dan lingkungan.
28 Perusahaan dan Pelaku Usaha Raih Apresiasi
JIA 2026 memberikan penghargaan kepada perusahaan dan pelaku usaha dari berbagai sektor dan bidang kontribusi. Apresiasi mencakup investasi berkelanjutan, realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, kepatuhan penyampaian LKPM, ekonomi kreatif, inovasi digital dan teknologi berkelanjutan, usaha inklusif, promosi warisan budaya dan pariwisata, teknologi kesehatan, serta pendidikan dan pengembangan riset.
Berikut daftar penerima penghargaan JIA 2026:
Perusahaan Terbaik dalam Mewujudkan Investasi Berkelanjutan Tahun 2025
PMDN : PT Xapiens Teknologi Indonesia
PMA : PT Grab Teknologi Indonesia
Perusahaan dengan Akumulasi Capaian Realisasi Investasi Terbaik Tahun 2023–2025
PMDN : PT Saptaindra Sejati
PMA : PT Telekomunikasi Selular Indonesia
Perusahaan dengan Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Tertinggi Tahun 2025
PMDN : PT Mitra Belanja Anda
PMA : PT Bumi Berkah Boga
Perusahaan dengan Kepatuhan Penyampaian LKPM Terbaik Tahun 2025
PMDN : PT Lintas Maritim Indonesia
PMA : PT Indomobil Bussan Trucking
Perusahaan dengan Kontribusi Realisasi Investasi Terbesar Tahun 2025 pada Sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi
PMDN : PT Serasi Logistics Indonesia
PMA : PT Sinarmas LDA Maritime
Perusahaan dengan Kontribusi Realisasi Investasi Terbesar Tahun 2025 pada Sektor Jasa Lainnya
PMDN : PT Dompet Anak Bangsa
PMA : PT Cinemaxx Global Pasifik
Perusahaan dengan Kontribusi Realisasi Investasi Terbesar Tahun 2025 pada Sektor Perdagangan dan Reparasi
PMDN : PT Teletama Artha Mandiri
PMA : PT Sysmex Indonesia
Ekonomi Kreatif
PT Alun Alun Indonesia Kreasi
PT Yay Enak Semua
Inovasi Digital dan Teknologi Berkelanjutan
PT Khazanah Hijau Indonesia
PT Investasi Hijau Selaras
Perusahaan Inspiratif Berkelanjutan
P4S D'Shafa
PT Lemonilo Indonesia Sehat
Inovasi Usaha Inklusif Berkelanjutan
Craftote Gallery & Coffee
PT Inovasi Digital Inklusi
Promosi Warisan Budaya dan Pariwisata
Ondel-Ondel Pasobi
PT Jakarta Gelora Gembira
Inovasi Teknologi Kesehatan
PT Media Dokter Investama
PT Good Doctor Technology Indonesia
Pendidikan dan Pengembangan Riset
PT Paragon Technology and Innovation
PT Global Genetika Indonesia